SMA Negeri 4 Banda Aceh

JL. Panglima Nyak Makam, No.19, Kec. Kuta Alam, Gampong Kota Baru, Kota Banda Aceh

Ilmu dan Amal

Belajarlah Fokus

Minggu, 21 Januari 2018 ~ Oleh Syamsiah ~ Dilihat 181 Kali


Jika anda melihat  lewat sebuah lensa kamera, anda akan menemukan jika satu bagian dari gambar yang hendak anda potret berada dalam focus anda,  sementara areal lainnya belur sedikit . Ini memang sebuah distorsi, tapi kadangkala kita perlu mempertahankan ide ini bahwa kita berada dalam sebuah balon proteksi untuk merasa optimis. Pengarahan diri yang aktif ini dari perspektif waktu ke waktu memungkinkan anda untuk membuat sebuah cerita hidup baru, dimana anda lah yang mengontrol emosi dan tindakan anda sendiri. Data sebuah penelitian menunjukkan bahwa mereka yang merasa memiliki kontrol diri lebih baik, cendrung optimis. Lalu mengapa tidak mengontrol sendiri kemana fokus kamera hidup anda?

Mengontrol fokus memang memerlukan waktu tidak singkat, seperti memuali dari hal-hal kecil. Dengan begitu berbagai masalah dapat diselesaikan secara sederhana. Misalnya bagaimana solusi mengurangi kelebihan berat badan. Sebenarnya sederhana saja. Kita perlu melakukan dua hal, mengurangi makan atau tidak rakus, dan lebih banyak bergerak. Atau ingin berhenti merokok, iya, jangan menyalakan rokok lagi. Maka bagaimana mengatasi masalah masyarakat, silahkan libatkan mereka yang tahu masalah itu. Seperti bagaimana kita membunuh kebirahian korupsi di kalangan pejabat, tentu sederhana saja. Tinggalkan kebiasaan korup itu. Artinya, tidak perlu pidato akan siap mengikis korupsi, pakai jurus segala.

Memang solusi tersebut--meski sederhana,  namun terasa begitu sulit dilakukan secara sederhana. Sederhana berarti gampang dimengerti, tapi tidak selalu berarti mudah dikerjakan.  Dan di sinilah pentingnya pemaham sehingga menemukan kunci untuk mengatasi masalah itu, melalui perubahan sikap. Dan memang kesulitan terbesar dalam melakukan perubahan tersebut bukannya kita tidak tahu apa yang harus dilakukan, melainkan kita tidak bisa mengerjakan apa yang seharusnya dikerjakan.

Perubahan dan perbaikan membutuhkan aksi nyata. Kecuali itu memerlukan disiplin dalam bentuk usaha. Bangunlah di pagi hari, fokuskan pikiran pada tujuan anda, dan mulai usaha menuju ke arah perubahan tersebut. Lalu. kerjakan hal itu sepanjang hari, setiap hari, sampai tujuan anda tercapai. Dan usaha ini harus dilakukan sepenuh hati dengan kesadaran penuh. Anda harus mengamati diri anda dalam prosesnya. Bila sesekali anda melenceng dari usaha itu-- akan sering terjadi pada awalnya--maka kembali fokuskan diri. Mulai lagi berusaha.

Jika anda sering melenceng dan kembali lagi,  pada akhirnya anda akan mampu mencapai tujuan anda. Proses ini dapat diibaratkan sebagai autopilot pada pesawat terbang yang diprogram menuju satu tempat tujuan. Ketika pesawat mulai terbang, pesawat itu mungkin akan sedikit miring ke kiri atau ke kanan dari jalurnya, tapi kemudian ia akan membetulkan kembali posisinya dan kembali ke jalur yang benar. Melaui proses melenceng dan kembali kejalurnya itu, pesawat akhirnya akan tiba ke tempat tujuannya. Dengan mencatat kemajuan yang telah anda capai dan mengkoreksi diri bila perlu, anda akan sampai pada tujuan.

Sekali lagi! Koreksi diri. Artinya, jika kita sebagai pelayan publik, maka fokus diri bagaiman bisa memberi pelayanan mementingkan yang dilayani, bukan sebaliknya mementingkan diri sendiri. Jika itu melenceng maka koreksi diri.  Dan Jackie Waldman,  menulis dalam buku The Courage to Give dan Teens With The Cowrage to Give mengatakan, “Jika anda dapat menyingkirkan kepentingan anda sesaat, hal ini berarti keberanian. Untuk memiliki keberanian ke luar dari diri anda sesaat dan pergi untuk melakukan sesuatu-- tidak harus sesuatu yang besar, anda tak perlu langsung mendirikan suatu yayasan”.

Jackie ingin mengatakan, bahwa untuk membantu sesama, caranya cukup sederhana kok, jadilah sukarelawan. Komitmen dan sikap mental menjadi kuncinya, sebab sikap mental adalah konsepsi prilaku jiwa seseorang. Karena kunci sukses manusia, sebenarnya bukan terletak pada kemampuan ketrampilan, pengetahuan atau fisiknya, tetapi lebih karena prilakunya. Seorang yang hebat fisiknya, lulusan S3 dan memiliki ketrampilan tinggi, kualitasnya secara keseluruhan menjadi tidak berarti manakala ia memiliki prilaku senang korupsi atau menjadi provokator!

Sikap mental positif juga merupakan media penting pembentukan karakter kita yang kuat sebagai manusia. Itulah modal. Apalagi bila melihat bahwa permasalahan ruwet bangsa ini, kalau mau mengakui, semuanya berakar pada permasalahan prilaku seluruh elemen. Mulai  pemimpin, wakil rakyat, pebisnis, pemerintahan juga rakyat sendiri.

Sikap mental sangat ditentukan oleh potensi personal manusia. Suatu yang tujuan baik akan buruk jika sikap mental pelakunya buruk. Contoh, shalat  itu dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Tapi kenapa yang berbuat hal demikian justru mereka yang rajin shalatnya. Di sinilah pentingnya tekad dan keihlasan atasnya sehingga ia  fokus hanya untuk Tuhan. ”Inna shalati wanusuki wamayahya wamamati lillahirabbil alamin (sesungguhnya shalatku, hidup dan matiku hanya untuk Allah tuhan semesta alam)”.  Itu bermakna, bahwa di manapun kita berada kita tetap dalam pengawasan Allah SWT. Karenanya apa pun yang kita lakukan selalu disaksikan Tuhan. Kalau kita masih senang korup, menindas sesama, menipu orang sengsara, berarti perlu koreksi bahwa shalat kita belum benar karena melenceng dari tujuan dan hakikat shalat tersebut. (syamsiah)

 

Artikel
...

Bakhtiar, S.Pd

Kepala Sekolah SMAN 4 Banda Aceh mengajak semua warga sekolah untuk membangun sekolah yang berwawasan luas, kreatif, inovatif serta colaboratif