• SMA NEGERI 4 BANDA ACEH
  • Ilmu dan Amal

MENINGKATKAN KESADARAN WAWASAN KEAGAMAAN MELALUI KAJIAN JUM’AT RUTIN DI SMAN 4 BANDA ACEH

Kajian Jumat (Kajum) kembali diadakan pada 02 September, 2022 di mushala SMAN 4 Banda Aceh. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap jum’at ini sangat diminati sisiwi-siswi, pasalnya kegiatan ini menjadi alternatif mengisi waktu kosong saat para laki-laki melaksanakan shalat Jum’at. Dan pada hari ini kegiatan itu diikuti oleh sembilan siswi dari kelas 10 IPAS 6 dan panitia Forum Kreativitas Remaja Muslim (FKRM) yang berjumlah 21 orang.

Kajum kali ini dibuka oleh ibu Nelli,S.Pd.I, Selaku Pembina forum Kreatifitas remaja Muslim Disekolah kemudian dilanjutkan Annisa Zahra membacakan lantunan ayat suci Al-Qur'an. Dan materi kali ini diisi Kak Rairita, beliau mengangkat tema "Mahabbah kepada Allah". Mahabbah berasal dari bahasa Arab yaitu ahabba-yuhibbu-mahabbatan, yang berarti mencintai secara mendalam atau kecintaan yang mendalam. Sedangkan secara istilah Mahabbah kepada Allah yaitu mencintai Allah atau cinta kepada Allah.

Mengapa kita harus cinta kepada Allah? Karena Allah yang telah menciptakan kita. Hal-hal seperti cinta kepada barang, orang tua, teman dan lain-lain tentu tidak boleh didahulukan dari cinta kita kepada Allah. Cinta kita kepada Allah haruslah yang pertama yang ada di hati kita. Sehingga, saat kita telah mencintai Allah maka tentu sebagai hamba kita akan melakukan segala perintah- perintah dan menjauhi larangan-Nya. Lalu bagaimana caranya agar rasa cinta kepada Allah itu tumbuh? Caranya adalah dengan mengenal Allah yang biasa disebut Ma'rifatullah.

Kita dapat mengenal Allah melalui ciptaan-ciptaannya. Kita juga harus menyadari bahwa Allah-lah yang menciptakan kita dan alam semesta beserta isinya. Apabila kita telah mencintai Allah, setiap suatu hal yang akan kita lakukan, kita pasti akan berpikir "Apa Allah suka ya jika saya melakukan ini?" Nah, itu berarti kita sudah menumbuhkan rasa cinta kita kepada Allah.

Selain dengan mengenal Allah melalui ciptaannya, kita juga dapat mengenal Allah dengan melaksanakan ibadah dengan baik. Ketika adzan berkumandang, kita segera berwudhu dan menunaikan shalat dengan khusyuk tanpa mengulur-ngulur waktu. Setelah itu, kita juga dapat melakukan ibadah-ibadah sunnah, seperti shalat sunnah rawatib, shalat dhuha, shalat tahajud, dan puasa sunnah. Dan satu hal lagi, Ma Fi Qalbi Ghairullah (مَافِي قَلْبِي غَيْرُ الله), di hati kita harus selalu ada Allah. Hanya kepada Allah lah kita berharap, janganlah sekali-kali berharap kepada manusia yang bisa saja di suatu hari nanti membuat kita merasa kecewa.

Itu sebagian cara-cara yang dapat membuat rasa cinta kita kepada Allah itu tumbuh. Mungkin diawal kita memang merasa terpaksa dan berat, tetapi suatu saat nanti kita pasti akan terbiasa. Selama perjalanan hijrah, walaupun kita merasa terpaksa, tetap mulailah untuk terus memperbaiki diri dan niat. Karena apabila kita melakukan sesuatu dan berniat karena Allah kita akan mendapatkan pahala. Ingat! "Lebih baik terpaksa masuk surga, daripada ikhlas masuk neraka".

Namun terkadang, rasa cinta kita kepada Allah juga dapat menghilang secara perlahan-lahan, karena kita terlalu sibuk dengan urusan dunia, tidak mencoba untuk mengenal Allah kembali, dan menempatkan rasa cinta itu kepada hal-hal lain selain Allah. Jadi, kita sebagai hambaNya harus selalu menyempatkan diri dan menyediakan waktu untuk selalu mengenal Allah. Terkadang iman bisa naik dan turun dan hal ini lumrah dalam diri manusia, karena semua hal itu butuh proses, tidak mungkin instan. Kita hanya harus selalu konsisten dan harus mengingat kembali tujuan awal kita untuk melaksanakan ibadah, jangan sampai semangat kita hanya sebentar dalam beribadah, satu pesan penting carilah teman yang dapat menuntun kita ke jalan yang lebih baik.

Dalam mencintai Allah kita harus selalu ada di barisan yang paling pertama dalam kehidupan ini, karena konsekuensi dari mencintai adalah "Mencintai apa-apa yang dicintai oleh yang kita cintai." Jadi, jangan sampai salah jatuh cinta yaaa..

“ KENAPA ALLAH MASIH MENGHIDUPKANKU SAMPAI HARI INI ?

KARENA DOSAKU TERLALU BANYAK DAN MASIH MEMBERIKU KESEMPATAN UNTUK BERTAUBAT “  – IMAM AL-GHAZALI -

Komentari Tulisan Ini